Urgensi Tarbiyah Islam (4)

Posted: December 18, 2011 in Uncategorized

2.3 Talaqqi Littanfidz
Talaqqi
Talaqqi dalam bahasa arab artinya proses penyampaian ilmu/transfer dengan bertemu langsung (tatap muka).
Proses tabiyah tidak bisa otodidak, tapi harus ada proses tatap muka langsung.
Talaqqi melibatkan dua pihak yaitu pentransfer dan penerima transfer. Proses talaqqi seperti halnya dalam periwayatan hadits, yaitu ada periwayat dan riwayat.

Agar proses tarbiyah berlangsung baik, seperti hal nya dalam periwayatn hadits maka diperlukan:
1. Kejernihan
Kejernihan diperlukan dari murabbi dan mutarabbi agar proses tarbiyah terjaga kualitasnya.
2. Kesiapan
Kesiapan dari kedua belah pihak baik murobbi maupun mutarabbi meliputi:
a. Fikriyah
Dari sisi murabbi maka materi yang akan disampaikan kepada mutarabbi harus dikuasai dan dipahami dengan baik dan benar. Sedangkan dari sisi mutarabbi maka harus siap menerima materi dengan baik dan berkonsentrasi.
b. Jasadiyah
Tingkat konsentrasi dipengaruhi oleh kondisi fisik, kondisi fisik yang prima dapat membantu kelancaran penerimaan materi maupun penyampaian materi dengan baik. Fisik menunjang untuk mengarahkan otak kita memiliki konsentrasi yang baik.
c. Ruhiyah
Ruhiyah bersifat tidak kasat mata. Jika sudah ada kesiapan ruh maka konten/materi itu akan hidup, jika sebaliknya maka bisa jadi konten/materinya masuk akan tetapi tidak ada hidayah sehingga tarbiyah yang dijalankan terasa kering dan materi berjarak dengan kesiapan ruh.
Seorang murobbi yang baik maka dirinya akan sadar bahwa dia menjadi sanad bagi mutarabbinya sehingga harus amanah.

Talaqqi littanfidz (Talaqqi untuk implementasi/operasional)
Talaqqi littanfidz merupakan 2 hal yang tidak terpisahkan. Hasil talaqqi tidak bisa dipendam sendiri tapi harus diimpelemntasikan dan menjadi bekal untuk bekerja/bergerak/beramal.
Tarbiyah tidak hanya mengumpulkan orang, tapi untuk diimplementasikan.
Abu a’la al maududi berkata bahwa sikap dan tingkah laku serta amal seseorang mengindikasikan pemahaman seseorang.
Talaqqi yang masuk ke dalam pelaku tarbiyah terlihat dari sistematika berfikirnya.
Talaqqi littanfidz menghasilkan :
1. Ilmu
Bedanya ilmu dengan pengetahuan yaitu ilmu itu pengetahuan yang terstruktur (ada sistematika berfikir) sedangkan pengetahuan belum terstruktur.
Ilmu terbentuk dari pengetahuan dan wawasan kemudian terstruktur sehingga ada sistematika berfikir.
Untuk mendapat ilmu maka harus talaqqi/berguru. Tarbiyah untuk mendapatkan ilmu bukan hanya wawasan. Untuk memperoleh surga maka harus berilmu. Oleh karena itu Alloh memberikan penghargaan kepada orang-orang yang berilmu karena orang yang mencari ilmu perlu usaha yang besar.
Untuk punya ilmu tidak cukup hanya membaca tapi harus ada gurunya.
2. Amal
Untuk bisa mengerjakan sesuatu maka harus tahu ilmunya karena ilmu mempengaruhi tingkatan amal yang dilakukan.
Umar bin abdul aziz berkata bahwa jika orang yang tidak berilmu lebih banyak dibanding orang yang berilmu maka lebih banyak merusak daripada membangun.
Jika punya tujuan besar maka harus punya ilmu.
Amal didasari dengan ilmu. Proses pembentukan struktur berfikir maka perlu talaqqi.
3. Hasil dakwah (An Natijatul Dakwah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s