Tarbiyah Islamiah (5)

Posted: December 18, 2011 in Uncategorized

2.4 ‘Uzlatussyu’uuriyah

Uzlah : asing
Syu’ur : rasa

Tahapan ke-4 ini terbentuk ketika tahapan 1, 2 dan 3 sudah berjalan/terbentuk (jadi merupakan hasil dari ketiga tahapan tersebut).
Ketika sudah mengikuti tarbiyah, maka akan tampak “perbedaan” dengan orang yang belum mengikuti tarbiyah. Perbedaan manusia (Insan) tersebut dapat secara:
1. Internal (ad- Dakhili)
Secara internal yaitu:
a. I’tiqod (keyakinan)
b. Rasa (syu’ur)
Ada bagian/sisi dakhili yang membentuk sisi khoriji, tapi tidak semua karena perasaan dalam hati tidak selalu terekspresikan dalam tampilan sehari-hari.
2. Eksternal (al-Khoriji)
a. Simat (Identitas/tampilan (baik sikap, gaya bicara)

Wilayah rasa (syu’ur) tidak pernah bisa direkayasa, hal ini berbeda jika wawasan/ilmu masih berada dalam wilayah/tataran an-nadzhori (teori). Wilayah rasa (syu’ur) merupakan anugerah dari Alloh, Alloh membekali manusia dengan rasa (syu’ur), dimana manusia bisa memiliki emosi, selera. Membahas islam dalam wilayah teori akan berbeda jika membahas islam dalam wilayah rasa (syu’ur).
Yusuf Qordhowi berkata bahwa da’i harus belajar lebih banyak menggunakan rasa daripada teori. Teori akan kering jika tidak dibungkus rasa. Tapi jika rasa saja tanpa teori maka materi akan menjadi emosi yang tidak terkendali. Orang yang punya rasa (syu’ur) maka akan mempunyai sensitivitas yang lebih tinggi. Materi yang disampaikan harus bisa masuk dalam wilayah rasa.
Sayyid Quthb menulis tafsir fii zilalil Qur’an dengan bahasa rasa (syu’ur) sehingga bisa menggugah pembacanya dan membaca perasaan pembaca ke dalam kondisi yang ditulis dalam tafsir tersebut. Keadaan inilah yang disebut dengan rasa (syu’ur).
Dalam tarbiyah ada uzaltussyu’uriyah. Ketika membahas tentang islam maka seolah-olah perasaan kita sedang melebur. Rasul dalam mentarbiyah sahabat bisa membangun perasaan para sahabatnya terbang lebih dalam mendalami islam sehingga ada sahabat (Hanzolah) yang sampai mengatakan bahwa ketika berada dekat Rasul seolah-olah syurga berada didepan mata, akan tetapi ketika bersama keluarga perasaan itu hilang.

Tarbiyah terbangun tidak hanya dengan pengetahuan tapi bagaimana membangun tarbiyah itu “hidup”  bagian syu’uriyah.
Seperti kisah Isro’ mi’roj ketika sahabat Abu Bakar ra. membenarkan kejadian tersebut disaat tidak ada satupun yang percaya pada kejadian yang dialami Rasul. Kondisi Abu Bakar ra. ini sudah masuk kedalam wilayah rasa (syu’ur).
Kondisi rasa (syu’ur) akan membawa perasaan uzlah dan masuk dalam kondisi keislaman yang sebenarnya sehingga materi itu hidup dalam perasaan kita bukan pada tataran logika saja.
Tarbiyah itu bagian dari sistem untuk menegakkan dakwah sehingga untuk bisa memiliki uzlatussyu’uriyah yaitu melalui tarbiyah. Materi menjadi hidup dengan logika dan melibatkan perasaan.
Ilmu beda dengan fahmu, fahmu merupakan rizki dari Alloh. Ilmu yang disertai/melibatkan rasa maka akan menjadi fahmu.
Syu’ur berbeda dengan emosional. Rasa (syu’ur) merupakan kekuatan dasar dari Alloh dimana melibatkan perasaan.
Tarbiyah bukan menganjurkan uzlatuljasadiyah yaitu dimana kita mengasingkan diri dari problematika masyarakat ataupun keluarga.
Rasulullah bersabda “ketahuilah para sahabat, orang yang mau bercampur/bergaul dengan masyarakat/orang yang penuh masalah dan kemudian mereka bersabar maka itu jauh lebih baik daripada orang yan beruzlah dari problem tersebut dan tidak mau bersabar”.
Tarbiyah akan menjadi sangat tercela ketika meninggalkan masyarakat.
Mentransfer rasa (syu’ur) tidak hanya bisa melalui buku, akan tetapi dengan talaqqi, oleh karena itulah menjadi salah satu sebab mengapa tarbiyah itu penting. Uzlatussyu’uriyah harus dengan kesadaran dan melalui proses talaqqi. Perpaduan antara olah pikir dan olah rasa menjadi ulil albab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s