(Mantan) Aktivis Facebook

Posted: April 4, 2011 in Uncategorized

***
Rima seorang Ibu muda yang baru dikaruniai anak satu yang manis dan lucu baru-baru ini mendapat hadiah dari sang suami tercinta sebuah Blackberry keluaran terbaru. Canggih nian, HP layar sentuh yang sarat dengan teknologi canggih. Terlalu “wah” sebenarnya untuk ukuran seorang Ibu rumah tangga, tapi karena kemampuan dan kecintaaan suami padanya, maka dihadiahi HP canggih tersebut, “biar bisa search menu masakan atau update penunjang pendidikan untuk buah hatinya dan biar ga kesepian saat ditinggal kerja”, kira-kira itulah pertimbangan Romi sang suami. Awal pemakaian Rima gaptek luar biasa, akan tetapi tak perlu waktu lama, jari jemari nya sudah mahir menari-nari di layar HP tersebut, hingga akhirnya Rima berkenalan dengan yang namanya Facebook. Situs jejaring sosial yang bisa mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Mulailah aktivitas Rima sedikit bergeser, “time for facebook” ada jadwal tersendiri untuknya, tapi lama-lama tanpa terasa, Rima sudah punya banyak teman yang masuk daftar listnya, dari yang memang benar-benar kenal hingga yang baru kenal pun ada. Alhasil, “time for facebook” bertambah dan menjadi rutin serta menggeser waktu untuk Rama, anaknya. Semula bangun tidur digunakan Rima untuk bergegas menunaikan shalat sunnah dan tilawah sebelum Rama bangun, namun berubah menjadi “time for facebook”, hingga tak sadar klw Rama sudah bangun dan membutuhkan perhatiannya. Waktu shalat dan tilawah pun hilang dan mulai “tidak cepat” perhatian pada anaknya. Rama, anak kecil usia 2 tahun itu “ditinggal” bermain sendiri, walau Rima tetap berada di dekatnya, tapi fokusnya bukan Rama lagi, berganti menjadi Facebook. Rima sudah menjadi aktivis Facebook sekarang, sibuk koment, update status dan upload foto.

***
Lain lagi dengan Salsa, seorang lajang yang sudah bekerja, mulanya Salsa bergabung dengan Facebook untuk bisa bersilaturahim dengan teman-temannya, update status yang berbobot (entah tausyiah atau motivasi atau ayat-ayat suci AlQur’an) dan mendapat ilmu dengan membaca note-note yang biasanya dikirimkan oleh teman-temannya. Tapi lama-lama, “time for facebook” Salsa semakin bertambah dengan kualitas sangat menurun, Salsa pun mulai sama dengan Rima, sibuk lihat status teman, sibuk koment, update status (status yang ga penting) dan upload foto. Salsa yang hobi membaca buku mulai bergeser waktu membacanya menjadi “time for facebook”. Alhasil Salsa menjadi aktivis Facebook sekarang. Waktu membaca dan tilawahnya mulai berkurang, sangat berkurang dan diisi dengan hal yang kurang bermanfaat.

***
Facebook sama hal nya dengan situs jejaring sosial lainnya memang dapat dipergunakan untuk banyak hal positif, seperti menjalin silaturahim, promo barang dagangan, bahkan dakwah sekalipun dengan mempostkan hal-hal yang isinya menyeru pada kebaikan dan kebenaran. Tapi Facebook juga memiliki banyak dampak yang kurang positif, seperti melalaikan waktu kita untuk mengerjakan hal yang bermanfaat seperti membaca buku, tilawah, belajar, mengurus suami dan bercengkrama dengan anak, alih-alih mempostkan tentang dakwah tapi malah kita sibuk komentar dengan hal-hal yang jauh dari tema yang dipostkan, hal-hal geje (ga jelas) dan kurang berbobot. Facebook bisa menjadi candu yang kadang orang ga sadar kalau dia sudah menjadi pecandu Facebook. Bisa dilihat dari “time for facebook” nya, jenis yang dipostkannya, komentar-komentar kurang berbobot pada status teman-temannya, dan lain sebagainya. Bahkan ada yang bilang, Facebook itu sendiri sebenarnya merupakan ghozwul fikri yang bisa melalaikan kita dari melakukan amalan-amalan kebaikan di dunia nyata. Kecanggihan teknologi seperti halnya pedang bermata dua, jika kita tidak hati-hati mempergunakannya maka bisa-bisa kita tersayat karenanya.

Sekarang diserahkan kepada pribadi masing-masing, mau menjadi aktivis facebook (dalam tanda kutip banyak melalaikan amalan kebaikan di dunia nyata) atau mau menjadi (mantan) aktivis facebook (jika pun masih memiliki facebook, lebih digunakan untuk hal yang penting saja seperti menyebarkan note kebaikan dan kebenaran atau update status isinya AlQur’an atau Hadits atau kalimat motivasi tanpa menghiraukan orang-orang yang komentar di statusnya.

Karena waktu laksana pedang, waktu yang sudah terlampaui tidak akan pernah kembali tapi kita pun tidak dapat memastikan apakah kita mendapat jatah waktu di masa datang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Ada dua kenikmatan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang”. (HR. Bukhari&Muslim)

Sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan Mu’adz bin Jabal, “Tidak akan tergelincir (binasa) kedua kaki seorang hamba di hari kiamat, hingga ditanyakan kepadanya 4 perkara, usianya untuk apa ia habiskan, masa mudanya bagaimana ia pergunakan, hartanya dari mana ia dapatkan dan pada siapa ia keluarkan, ilmunya dan apa-apa yang ia perbuat dengannya.” (HR. Bazzar dan Thabrani).

Wallahu’alam…

Comments
  1. Tulisannya bagus mba😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s