Menghafal Qur’an ? Anda juga bisa…!!

Posted: February 27, 2011 in Uncategorized

Hafalanku AlQur’anku yang minimalis sedang kurang sehat, Qadarullah nemu ini di blog orang
************************************

Catatan ringan dari seminar alqur’an..

Assalamulaikum warahmatullah..

Beberapa hari sebelum hari H (5/4/08), saya beberapa kali dihubungi oleh beberapa orang yang tidak saya kenal. Ada apa gerangan? ternyata mereka minta dicarikan undangan untuk ikut serta dalam seminar qur’an yang diadakan oleh Lembaga Qur’an Utsmani. dengan berat hati saya katakan pada mereka, saya tidak tahu-menahu tentang hal tersebut, silakan langsung ke panitia saja, mereka menjawab, kami sudah kehabisan ustadz, kami ingin sekali ikut. namun sekali lagi saya minta maaf pada mereka karena tidak bisa membantu.

Akhirnya tibalah saatnya hari itu, pagi itu saya dijemput oleh panitia. di tengah perjalanan saya banyak ngobrol dengan panitia tersebut, seorang ikhwan. dari dia saya dapat informasi, memang ternyata antusiasme peserta begitu tinggi, hingga undangan yang sudah disiapkan sebanyak 300 buah sudah habis beberapa hari sebelum hari H.

Acara dimulai kurang lebih jam 08.30 pagi. Seminar tersebut dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama, adalah ceramah dari seorang Syaikh hafizh qur’an dari Mesir, Syaikh Yusuf Abduttawab, beliau menyampaikan dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh Ustadz Hasan Hartanto, Lc. berikut beberapa hal yang disampaikan oleh Samahatussyaikh :
– Keutamaan Al Qur’an dibandingkan kitab-kitab samawi yang lain. di antara alasan mengapa alqur’an lebih utama adalah karena ia diperuntukkan oleh semua zaman dan semua umat, berbeda dengan kitab yang lain yang hanya diperuntukkan pada zaman tertentu dan umat tertentu.
-Keutamaan para penghafal qur’an. sebagaimana rasul bersabda: khairukum man ta’allamal qur’an wa’allamah
-Metode terbaik dalam pengajaran alqur’an adalah metode talaqqi, sebagaimana itu adalah tradisi sejak zaman rasul hingga para ulama sekarang. talaqqi adalah proses pengajaran secara langsung dari mulut ke mulut, sehingga dapat menjamin orisinalitas dan kualitas bacaan.
-Cara membaca qur’an berdasarkan ilmu tajwid ada 3: tahqiq (bacaan lambat), tartil (sedang), dan hadr (cepat), kesemuanya harus mempraktekkan ilmu tajwid.

Setelah syaikh Yusuf menyampaikan paparannya, dibukalah sesi tanya jawab, beberapa hal yang ditanyakan oleh audiens adalah:
-keluhan orang Indonesia yang kesulitan dalam mengucapkan huruf arab (hijaiyah). hal ini dijawab oleh syaikh dengan setengah bercanda, bahwa bagi orang arab seperti kami (kata syaikh) mengucapkan bahasa Indonesia lebih sulit dibandingkan jika orang Indonesia mengucapkan bahasa Arab, sehingga orang Indonesia jika terus menerus melatih pengucapan huruf hijaiyah, Insya Allah akan bisa membaca qur’an dengan fasih.

Setelah habis waktu sesi pertama, tibalah sesi kedua, dimana pada sesi ini beberapa pembicara dipanelkan. para pembicara adalah:
a. Ust. Syamsulbahri, seorang hafizh qur’an yang juga praktisi bisnis dan trainer
b. Saya sendiri
c. Ibu Nuraini Baraja, seorang hafizhah qur’an yang menyelesaikan hafalan diusia 60 tahun.
moderatornya adalah Ustadz Effendi Anwar,Lc (Dir. Lembaga Qur’an Utsmani) yang juga sekaligus guru dari ust. Syamsulbahri dan Ibu Nuraini.

Sesi inilah inti dari seminar, bahwa menghafal qur’an itu mudah bagi segala usia dan profesi.
Pembicara pertama, adalah ust syamsul, seorang trainer dan businessman. dapat diambil ibrah bahwa meski dengan kesibukan apapun sebagai seorang eksekutif, tetap dapat menyelesaikan qur’an. ust syamsul masih berusia muda, 33 tahun, dan menyelesaikan S2nya di UI. dengan berpadunya nilai qur’an dan latar belakang umumnya, ia dapat menelurkan materi2 training dengan nilai2 qur’an. beliau juga menceritakan bagiamana proses menghafal beliau, beliau hanya punya satu kata kunci agar berhasil dalam menghafal, yaitu sing semangat.
Pembicara kedua, saya sendiri, saya hanya menyampaikan sedikit hal yang agak normatif, terkait dengan kiat2 dan metode menghafal qur’an sejak dini.
Pembicara ketiga, Ibu Nuraini, beliau menceritakan pengalamannya ketika menghafal. beliau mulai menghafal dalam usia 55 tahun dan selesai pada usia 59 tahun. sebagai ibu rumah tangga, beliau mengatakan, tidak punya waktu khusus untuk menghafal dan muraja’ah, akhirnya beliau memanfaatkan waktu, sambil masak, sambil menjahit dan di sela2 urusan rumah tangga. tentu saja ditambah dengan memanfaatkan waktu dini hari secara maksimal.

Selesai kami memaparkan, antusiasme audiens tinggi sekali untuk menyampaikan pertanyaan. diantara pertanyaan2 tersebut adalah:
– motivasi apa yang begitu kuat sehingga mampu mendorong untuk menghafal? bagi anak2 bagiamana mengondisikan agar mereka mau menghafal? hal2 apa yang merusak hafalan? apakah ketika menghafal harus sekaligus tadabbur? apa yang dimaksud dengan qira’ah sab’ah? bagaimana cara memelihara hafalan?terutama ketika ada ayat2 yang mirip?

diantara jawaban2 yang waktu itu kami sampaikan:
-saya sebagai anak kecil, saat itu tidak mengerti mengapa saya harus menghafal qur’an, namun ketika usia semakin beranjak, secara bertahap saya difahamkan mengapa saya harus menghafal, manfaat apa yang dapat saya raih ketika menghafal.
-pengkondisian anak mutlak harus dilakukan, dengan membiasakan anak dengan bacaan2 qur’an yang ringan sejak dini,dan lingkungan rumah yang terbebas dari hal2 yang batil.
-di antara hal2 yang merusak hafalan adalah tentu saja maksiat pada Allah, karena qur’an adalah kalamullah, semakin jauh kita dari Allah, semakin jauh kita dari qur’an.
-ketika menghafal tidak harus sekaligus tadabbur, bertahap saja. namun sangat baik jika kita yang sudah memiliki kemampuan untuk tadabbur, menghafal qur’an dengan dibarengi membaca artinya, sehingga pengaruh qur’an akan begitu sangat terasa.
-yang dimaksud dengan qira’ah sab’ah adalah cara membaca qur’an yang berjumlah 7 cara yang berbeda yang kesemuanya berdasarkan sanad yang bersambung hingga rasulullah.
-cara memelihara hafalan tentu saja dengan muraja’ah intensif. sediakan waktu khusus untuk berdua bersama qur’an dalam rangka muraja’ah. terkait dengan ayat2 yang mirip (mutasyabihat), bisa disiasati dengan cara menandai ayat2 tersebut dengan ciri khas masing2 yang membedakan antara satu dengan yang lain, sehingga tertanam di benak kita bahwa ayat2 tersebut berbeda.

Demikian, beberapa catatan dari seminar qur’an tersebut, saya memiliki harapan agar acara2 sejenis diperbanyak,karena masyarakat kita adalah masyarakat yang masih jauh dari alqur’an, sehingga sudah menjadi kewajiban setiap aktivis Islam untuk terus memasyarakatkan alqur’an tentunya dimulai dari diri, keluarga kemudian masyarakatnya.

Bagaimana dengan Anda ?

Wallahu a’lam bisshawab.

sumber: http://banghanif.multiply.com/journal/item/9/Menghafal_Quran_Anda_juga_bisa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s