Dua Bingkai

Posted: February 21, 2011 in Uncategorized

Abdul Halim MUhammad Abu Syuqqah memberikan ulasan, “Sesungguhnya cinta laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi, yang bersumber dari asal fitrah yang diciptakan Allah dalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenis ketika telah mencapai kematangan pikiran dan fisik. Kecenderungan ini beserta hal-hal yang mengikuti berupa cinta, pada dasarnya bukanlah sesuatu yang kotor, karena kekotoran dan kesucian itu tergantung pada bingkai tempat bertolaknya.”

“Ada bingkai yang suci dan halal, dan ada bingkai yang kotor dan haram. cinta itu adalah perasaan yang baik dengan kebaikan tujuan, jika tujuannya adalah menikah. Artinya, yang satu menjadikan yang lainnya sebagai teman hidup, jika demikian maka alangkah bagus tujuan ini,” demikian Abu Suqqah menambahkan.

Dengan demikian, kecenderungan hati dan rasa senang yang berkembang antara laki-laki dan perempuan yang dimaksudkan untuk pernikahan tidaklah dilarang, asalkan bersih dari pergaulan yang amat dekat, persentuhan kulit, khalwat atau berdua-duaan di tempat sepi, perasaan yang menggelora dan berdampak menggelisahkan hati dan perasaan, serta hal-hal lain yang jelas-jelas dilarang syari’at.

oleh Cahyadi Takariawan

dalam buku “Di Jalan Dakwah Aku Menikah” (hal. 80)

sumber: FB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s