BEBEK ATAU AYAM : Bumbu Penyedap Kehidupan Berkeluarga

Posted: February 6, 2011 in Uncategorized

Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan disebuah hutan. Pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan,”kwek kwek!”

“Dengar” kata si istri, “itu pasti suara ayam.”

“Bukan, bukan. Itu suara bebek,” kata si suami.

“Nggak, aku yakin itu ayam,” si istri bersih keras.

“Mustahil. Suara ayam itu ‘kukuruyuk!’, bebek itu ‘kwek kwek!’ Itu bebek, sayang,”kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.

“Kwek ! Kwek!” Terdengar lagi.

“Nah tu! Itu suara bebek,” kata si suami.

“Bukan, sayang… itu ayam! Aku yakin betul!” Tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.

“Dengar ya!itu a..da..lah…be…bek, B-E-B-E-K. Bebek! Tahu?!” Si suami berkata dengan gusar.

“Tetapi itu ayam!” Masih saja si istri bersikeras.

“Itu jelas-jelas bue..bek! Kamu ini… kamu ini…!”

Terdengar lagi suara,”kwek !kwek!” Sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.

Si istri sudah hampir menangis, “tetapi itu ayam…”

SI SUAMI MELIHAT AIR MATA YANG MENGAMBANG DIPELUPUK MATA ISTRINYA, DAN AKHIRNYA, TERINGAT KENAPA DIA MENIKAHINYA. WAJAHNYA MELEMBUT DAN KATANYA DENGAN MESRA, “MAAFKAN AKU, SAYANG. KURASA KAMU BENAR. ITU MEMANG SUARA AYAM KOK.”

“TERIMAKASIH SAYANG,” KATA SI ISTRI SAMBIL MENGGENGGAM TANGAN SUAMINYA.

“Terimakasih sayang,” kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.

“Kwek!kwek”! Terdengar lagi suara dihutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

MAKSUD DARI CERITA INI BAHWA SI SUAMI AKHIRNYA SADAR; SIAPA SIH YANG PERDULI ITU AYAM ATAU BEBEK? YANG LEBIH PENTING ADALAH KEHARMONISAN MEREKA, YANG MEMBUAT MEREKA DAPAT MENIKMATI KEBERSAMAAN PADA MALAM YANG INDAH ITU. BERAPA BANYAK PERNIKAHAN YG HANCUR HANYA GARA GARA PERSOALAN SEPELE? BERAPA BANYAK PERCERAIAN TERJADI KARENA HAL-HAL “AYAM ATAU BEBEK”?

Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar atau salah pada hal-hal yang sepele.

Kecuali hal tersebut adalah hal yang menyangkut masalah syari’at maka harus diselesaikan dengan tuntas dan tentunya dengan cara yang syar’ie pula.

sumber: http://miauideologis.multiply.com/journal/item/317

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s