Sejatinya kita semua sedang melakukan perjalanan

Posted: December 5, 2010 in Uncategorized

Bismillahirrohmanirrohiim…

Setiap orang pernah melakukan perjalanan, entah perjalanan jarak dekat maupun jarak jauh. Tujuan perjalanan pun berbeda-beda tergantung niat awal melakukan perjalanan. Sebelum melakukan perjalanan, apalagi perjalanan jauh, pasti kita sudah menyiapkan perbekalan-perbekalan, entah perbekalan yang di siapkan dengan matang maupun secara asal-asalan. Perbekalan itulah yang bisa menjadi salah satu penentu kenyamanan dan atau keselamatan kita selama melakukan perjalanan. Seperti hal nya perjalanan mendaki gunung yang dilakukan oleh seorang pendaki, jika perbekalan yang dia bawa pas-pas an apalagi kurang, maka hasilnya bisa jadi pendaki tersebut tidak berhasil mencapai pendakiannya…dia malah akan berhenti turun atau tersesat.

Seperti itu pula hal nya perjalanan makhluk mulia yang Alloh ciptakan bernama manusia.
“Dan tidak Alloh ciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah Alloh”. Jadi sudah jelas, tujuan manusia hanya menyembah Alloh, titik. Bentuk penghambaan kepada Alloh dengan sebenar benar penghambaan. Tidak melenceng ke kanan maupun ke kiri, apalagi terjerembab ke belakang, naudzubillahmindzalik.

Seorang manusia memerlukan sebuah peta atau pedoman atau panduan perjalanan agar tidak tersesat di jalan. Pedoman atau peta yang diridhoi Alloh yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Bagaimana caranya agar manusia benar membaca peta nya tersebut sehingga tidak tersesat di jalan kelak?Yup, manusia itu butuh penunjuk yang bisa membaca peta.

Seperti Alloh firmankan “Iqro! Bacalah, dengan nama Tuhanmu”. Alloh sudah memberikan petunjuknya bahwa agar kita bisa membaca peta itu kita harus Iqro, dengan kata lain kita harus belajar, belajar pada manusia lain yang bisa membantu kita membaca peta itu, agar benar dan tepat sehingga bisa sampai ke tujuan. Ya, kita harus belajar, berguru pada orang lain yang panutannya atau teladannya itu Nabi Muhammad Sallallohu ‘alaihi wasallam, sehingga dengan demikian akan selaras dengan tujuan manusia diciptakan semula. Karena orang yang teladannya adalah Nabi Muhammad, tentunya dia akan berusaha untuk bisa ittiba (mengikuti) Rasul. Pencarian itu akan terus dilakukan manusia yang sedang mencari kebenaran. Dan yakinlah, jika kita sungguh-sungguh maka Alloh akan membukakan jalan dan memberikan petunjukNYA pada kita terkait pencarian kebenaran itu, insyaAlloh.

Setelah kita menemukan manusia lain yang bisa membantu menunjuki kita jalan, tahap selanjutnya adalah manusia itu membutuhkan teman seperjalanan, tujuannya agar ada yang mengingatkan jika dia khilaf, saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran. Agar lebih bernilai amalannya dimata Alloh, karena amal jama’i itu pahalanya lebih, seperti hal nya shalat jama’ah. Tapi sekali lagi, dalam mencari teman seperjalanan itupun tiap-tiap manusia yang rindu akan kebenaran, mungkin akan mengalami goncangan, gangguan atau ujian. Maka berdo’alah pada Alloh agar diberikan teman perjalanan yang memang satu tujuan. Allohumma yassir lii jaliisan sholihan.

*note untuk diriku, saat ini sedang berusaha untuk mengumpulkan perbekalan perbekalan yg benar dan diridhoi olehNYA, pun jalannya seperti apa itu sudah kehendakNYA, yang penting diridhoi dan diberkahi Alloh…Jika pun saat ini kena sanksi di liqo, itu tetap tidak menyurutkan langkahku untuk mencari kebenaran dan mengumpulkan perbekalan perbekalan. karena Alloh Maha Baik, akan menuntun hamba-hambaNYA yang memang benar benar menuju kepadaNYA…Barakallohufiikum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s