Mama, Anakmu lebih membutuhkanmu…

Posted: May 23, 2010 in Uncategorized

Versi A

Kisah 1

“Lagi pusing niech, pembantu mau pulang kampung, ga balik lagi, anak ku ma siapa ya nanti?”. Curhat seorang Ibu pekerja pada rekannya saat makan siang berjalan. “Ya, anak sama Ibunya lah, hehehe”. “Lah, nanti kerjaan gimana?” Glek, anak ternyata tidak lebih berharga daripada pekerjaan…

Kisah 2

“Pekerjaan saya ini kan bukan pekerjaan biasa, bukan pekerjaan sebagai business women atau apalah, tapi pekerjaan saya ini mengemban tugas negara, mengaspirasikan suara rakyat yang telah memilih saya”. Ujar seorang wanita wakil rakyat (?????) ditengah tengah kasus perceraiannya. Di sudut sana suami (yang akan diceraikannya) hanya bisa terdiam, entah apa yang sedang bergemuruh didalam hatinya. Suaminya hanya menuntut sederhana, agar istrinya menunaikan perannya sebagai seorang istri dan ibu bagi anaknya. Glek, ternyata mengaspirasi suara rakyat lebih penting daripada mengaspirasi suara suami dan anak…

***

Versi B

Kisah 1

“eh kenal mawar? Dia katanya da mengundurkan diri dari cpns karena ikut sama suaminya yang lagi kerja plus kuliah lagi di luar negeri, dia bawa serta anaknya juga”. “duh sayang ya status cpns nya dilepas”. Komentar salah satu ibu yang juga salah satu pegawai di salah satu instansi pemerintah. “Menurutku mawar mengambil keputusan yang tepat, daripada anak dan suaminya yang lepas lebih baik status cpnsnya yang lepas”. “Iya sih, bener juga…Cuma sayang aja”.

Kisah 2

Asy-Syahid Sayyid Qutb pengarang tafsir fii dzilalil Qur’an serta penulis buku yang menjadi panduan dan sumber inspirasi para penegak risalah islam dilahirkan dari rahim seorang ibu yang sadar akan esensinya sebagai seorang Ibu, Ibunda asy-syahid melibatkan diri secara utuh di setiap perjalanan pendidikan asy-syahid. Mengarahkan asy-syahid agar tak salah langkah, menuntunnya membaca AlQur’an, mencontohkan hal yang baik padanya sejak kecil, membaca dan mendengarkan AlQur’an, membesarkan anak dengan iman, kemuliaan dan tanggung jawab, telah menjadikan Sayyid Qutb kecil menjadi seorang tokoh yang menjadi rujukan orang orang yang berkecimpung di dunia dakwah.

***

2 versi yang berbeda, dengan masing masing kisah yang bisa dipetik kesimpulannya sendiri, sebagai hikmah khususnya bagi penulis sendiri dan pembaca pada umumnya.

Mau ditempatkan dimanakah posisi kita, versi A atau besi B. Biarkan hati kecil yang menjawab.

Seorang kawan bercerita, sebuah kisah yang memilukan jiwa, tentang seorang ibu sekaligus wanita karier yang kebablasan dalam memahami makna ”emansipasi” wanita. Bekerja tak kenal waktu sampai melupakan buah hati tercinta yang sangat membutuhkan “pelukannya”. “Saya kerja sampai begini demi anak-anak juga!, saya ingin di usia tua nanti semua sudah serba enak dan ditemani anak anak yang kusayangi”. Allah berkehendak lain, ketika usia tua itu tiba, tak satupun anak anaknya yang “bersedia” menemaninya. “Mama juga dulu kemana waktu kita sangat membutuhkan kehadiran seorang mama.”…….

***

Seorang bijak berkata, wanita itu sepatutnya berada di koridor yang sebenarnya. Menjadi pendidik terbaik untuk generasi masa depan yang terlahir dari rahimnya khususnya dan mempunyai andil yang besar dalam membangun peradaban dan kebangkitan Islam yang sesungguhnya. Dan pria sebagai nahkoda tidak hanya mendukung peran wanita seutuhnya tapi melibatkan diri juga dalam melahirkan generasi terbaik.

Bukan dari tulang ubun ia tercipta
Sebab bahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat ke hati untuk dicintai

Segala puji bagi Allah, kita memuji, memohon pertolongan, serta ampunanNya.

Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan nafsu-nafsu kita dan dari kejahatan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang ditunjuki oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tak seorangpun yang bisa menunjukinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s